KEGIATAN MPLS DI SDN 2 KETAH
MPLS merupakan singkatan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Ini termasuk kegiatan yang wajib dilakukan sekolah kepada siswa baru pada awal tahun ajaran baru. Ada banyak contoh kegiatan MPLS sekolah yang dilakukan. Diantaranya membantu siswa baru mengenal fasilitas seperti ruang kelas 1 sampai kelas 6, perpustakaan, musholla, lapangan, toilet siswa, area parkir dan kantin sekolah. Siswa baru juga diperkenalkan dengan aturan dan tata tertib yang berlaku sehingga dapat menyesuaikan diri.
Kegiatan MPLS ini dilaksanakan mulai tanggal 13 juli 2026 diawali dengan kegiatan upacara bendera yg biasa dilakukan rutin setiap hari senin di halaman SDN 2 KETAH. Kepala sekolah selaku Pembina upacara memberikan sambutan kepada siswa baru yg akan mengikuti MPLS d sekolah dan MPLK ( Masa Pengenalan Lingkungan Kelas ) untuk siswa yang sudah naik kelas. Kemudian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan acara penyematan tanda pengenal MPLS menandakan bahwa kegiatan MPLS resmi di buka. Kegiatan ini merupakan momen yang sangat penting bagi anak-anak untuk merasakan dan mengenal dunia sekolah. Hari pertama mereka masuk sekolah akan sangat menentukan apakah mereka merasa nyaman, betah, atau justru merasa tidak tertarik untuk kembali ke sekolah di hari-hari berikutnya.
Ketika anak-anak pertama kali memasuki sekolah, mereka akan mengalami tiga transisi besar dalam hidupnya. Pertama adalah perubahan rutinitas. Jika sebelumnya mereka hanya melakukan aktivitas sehari-hari di rumah, maka kini mereka akan mulai mengenal dan beradaptasi dengan rutinitas baru di sekolah.
Kedua adalah perubahan dalam hal pengasuhan. Jika sebelumnya anak-anak lebih banyak diasuh oleh kedua orang tua atau orang dewasa lain yang tinggal bersama mereka, maka di sekolah mereka akan bertemu dengan guru-guru yang akan berperan sebagai pengasuh di lingkungan sekolah. Guru menjadi representasi orang tua yang memberikan pengasuhan selama anak berada di sekolah.
Ketiga, sebelum masuk sekolah, aktivitas anak-anak didominasi oleh bermain. Namun saat mereka mulai bersekolah, aktivitas mereka tidak lagi hanya bermain, tetapi juga mulai diarahkan pada pembelajaran sebagai persiapan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dengan kata lain, ada muatan akademik yang secara perlahan mulai diperkenalkan dalam aktivitas pembelajaran di sekolah, meskipun tetap dikemas melalui pendekatan yang sesuai dengan usia mereka.